PENGARUH LAMA/ WAKTU PENDINGINAN TERHADAP KESEGARAN SAWI HIJAU SELAMA 1 MINGGU (Brassica juncea)
Pada zaman sekarangg
ini banyak sekali perkembangan teknologi yang digunakan manusia untuk
mempermudah segala sesuatu. Salah satu perkembangan teknologi adalah dengan
adanya pendinginan . ada banyak jenis pendinginan yang dapat digunakan pada
bahan pangan. Namun saya akan mengambil salah satu yaitu pendinginan pada
sayuran.
Sayuran merupakan salah satu tamanamn hortikultura yang meimiliki banyak kandungan seperti vitamin, serat, dan vitamin. Pada sayuran hijau terdapat banyak vitamin A yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Sawi merupakan sumber zat besi, magnesium, kalsium, seng, kalium, selenium, mangan, folat, protein, dan serat makanan yang baik untuk pencernaan dan meningkatkan kualitas kesehatan. Sawi hijau (Brassica juncea) merupakan salah satu tanaman hijau yang sangat rentan terhadap panas sehingga mudah layu. Kesegaran merupakan salah satu faktor yang sangat penting yang diperhatikan konsumen terhadap sayuran. Kesegaran sayuran sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan cara penanganan setelah dipanen. Suhu lingkungan yang cukup tinggi saat panen dan pascapanen merupakan faktor yang mempercepat proses kelayuan terutama pada bagian daun.
Prinsip dasar pendinginan:
Ø Menghambat
pertumbuhan mikroba
Ø Menghambat
reaksi-reaksi enzimatis, kimiawi dan biokimiawi
Kerusakan
sawi hijau dapat disebabkan oleh beberapa factor yaitu mekanis dan biologis. Nilai
kesegaran pada sawi hijau bisa diketahui dari laju respirasi, yang akan mempengaruhi
susut berat, tekstur, kadar air, perubahan warna, kandungan vitamin
C atau aktifitas fisiologis maupun mikrobiologis
semakin meningkat. Setelah dipanen brokoli harus segera ditangani dengan baik
dengan melakukan pra-pendinginan untuk menurunkan laju respirasi dan mencegah
terjadinya pelayuan dan pembusukan (Rokhani, 1995). Penyimpanan produk
hortikultura segar dimaksudkan untuk memperpanjang daya gunanya dan dalam
keadaan tertentu memperbaiki mutunya;
Preecooling
adalah pendinginan komoditi secara cepat (48 jam atau kurang) hingga mencapai
suhu yang di inginkan segera setelah panen sebelum disimpan di tempat transit/
cold storage. Precooling ini merupakan salah satu cara yang digunakan untuk
mempertahankan kesegaran sayuran. Tujuan utama precooling ialah untuk menjaga
kesegaran produk pertanian serta mempertahankan umur simpannya.
Perlakuan pendinginan
dengan suhu rendah dapat menghambat kerusakan fisiologis sayur, penguapan serta
aktivitas mikroorganisme yang mengganggu sehingga mutu serta kualitas sayuran
dari mulai panen sampai diterima di tangan konsumen
masih tetap terjaga. Penyimpana paa suhu
rendah ini merupakan salah satu scara yang efektif untuk mengurangi kegiatan
respirasi, memperpanjang umur simpan bahan agar tetap terjaga kesegarannya.
Pendinginan
yang biasa dilakukan pada sayur sawi hijau dalam lemari es yang mempunyai suhu
–2oC sampai + 16oC. Pada umumnya sayur sawi hanya dapat bertahan sekitar 1 hari
saja tanpa disimpan pada suhu rendah. Namun sayur tersebut akan dapat bertahan
selama 2-3 hari dalam kulkas tetapi bisa lebih hingga 1 minggu jika
penyimpanannya lebih baik sehingga kualitas sayur tetap terjaga.
Pengaruh lama waktu
pendinginan sawi hijau yang disimpan
selama 7 hari terhada kualitas dalam hal
ini kerusakan fisik dapat dilihat pada tabel berikut:
|
Lama Penyimpanan
|
Perlakuan
|
|
|
suhu
|
|
|
Kesegaran
|
Tekstur
|
Warna
|
|||
|
1 hari
|
Menggunakan pengemas
|
segar
|
Daun agak lembek, batang agak
lembek
|
Hijau
|
50 C
|
|
Tanpa pengemas
|
Agak segar
|
Daun agak lembek, batang agak
lembek
|
Hijau
|
50 C
|
|
|
3 hari
|
Menggunakan pengemas
|
segar
|
Daun agak lembek, daun agak
lembek
|
Hijau
|
50 C
|
|
Tanpa pengemas
|
Kurang segar
|
Daun agak lembek, daun agak
lembek
|
Hijau
|
50 C
|
|
|
7 hari
|
Menggunakan pengemas
|
layu
|
Daun lembek. Batang lembek
|
Hijau kekunig-kuningan
|
50 C
|
|
Tanpa pengemas
|
Sangat layu
|
Daun sangat lembek, batang sangat
lembek.
|
Hijau kekunig-kuningan
|
50 C
|
|
Dari
tabel diatas dapat disimpulkan bahwa lama waktu penyimpanan sayur pada suhu
rendah dapat mempengaruhi kealitas sayur. Dapat dilihat bahwapenyimpanan sayur
pada hari pertama hingga ketiga kesegaran sayur masih tetap segar dan warnanya
masih berwarna hijau. Namun pada hari ke tujuh sudah mulai terlihat perubahan
mulai dari kesegaran, tekstur, dan warna. Kualitas sayur ini juga tergantung
pada suhu yang digunakan ketika disimpan pada suhu renda. Sayur tidak baik juga
kalau disimpan di suhu tinggi dan tidak baiknya juga di suhu terlalu rendah.
Ketahanan sayur ini juga bergantung terhap penggunaan pengemas. Sayur yang
menggunakan pengemas akan semakin terjaga kualitasnya begitu juga sebaliknya.
Ø Semakin
lama sayur disimpan di suhu dingin maka berat sayur tersebut juga berkurang
atau terjadi penurunan kadar air.
Ø Warna
sayur juga akan berpengaruh jika sayur disimpan terlalu lama pada suhu ruang
dingin yang dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan.

Komentar
Posting Komentar